Selasa, 23 Februari 2016

Klasifikasi Makhluk Hidup



Klasifikasi: Kegiatan mengelompokkan makhluk hidup ke dalam golongan-golongan tertentu
Kegunaan:

  1.   Dapat mempermudah dalam mempelajari dan mengenal objek yang beranika ragam. 
  2.  Dapat mempermudah dalam pemberian nama ilmiah.

Di dalam biologi dibuat pengelompokan baku agar hasil pengelompokan makhluk hidup dapat digunakan standar baku. Ilmu yang membahas tentang pengelompokan atau penggolongan makhluk hidup disebut  taksonomi.

Taksonomi: berasal dari kata taxon yang berarti golongan
Makhluk hidup dalam taksonomi dikelompokkan menjadi beberapa kategori takson. Urutan takson utama dimulai dari persamaan ciri paling umum sampai yang paling khusus. Tingkat takson utama dimulai dari yang tertinggi sampai terendah berturut-turut (Menurut Carolus Linnaeus):

  •  Kingdom (Dunia) 
  •  Divisio/filum (divisi) 
  •  Classis (Kelas) 
  •  Ordo (Bangsa) 
  •  Famili (Suku) 
  •  Genus (Marga) 
  •  Spesies (Jenis)

Pada tingakat kingdom persamaan ciri antar makhluk hidup hanya sedikit, tetapi jumlah spesies atau apesies dalam jumlah tersebut banyak.
Menurut whitteker (1969) makhluk hidup di dunia dikelompokkan menjadi lima kingdom, yaitu:

  • Monera 
  •  Protista 
  •  Fungi 
  •  Animalia 
  •  Plantae

Selain itu, di dalam klasifikasi makhluk hidup menggunakan sistem yang disebut dengan Sistem Binomial Nomenklatur (Sistem nama ganda). Di dalam sistem Binomial Nomenklatur mempunyai aturan-aturan sebagai berikut:
  1. Species terdiri dari dua kata, kata pertama menunjukkan genus dan kata kedua menunjukkan sifat spesifikasinya. 
  2. Kata pertama diawali dengan huruf besar dan kata kedua dengan huruf kecil.
  3. Menggunakan bahasa latin atau ilmiah atau bahasa yang dilatinkan dengan dicetak miring atau digaris bawahi.
Contoh             : Nama species Pisang ; Musa paradisiaca L
Genus             : Musa
Species           : paradisiaca
Pelaku pengidentifikasi oleh Linnaeus disingkat dengan L 

Beberapa alasan dalam klasifikasi menggunakan bahasa latin, karena:
  1. Agar tidak ada kekeliruan dalam mengidentifikasi makhluk hidup karena tidak ada nama makhluk hidup yang sama persis. 
  2. Nama ilmiah jarang berubah. 
  3. Nama ilmiah ditulis dalam bahasa yang sama di seluruh dunia.
Kindom Monera 
Pada bagian kingdom ini terdapat hal-hal penting yang perlu diketahui, yaitu:
·         Monera berasal dari kata monares yang berarti tunggal. 
·         Mikroorganisme ini memiliki inti tetap, tidak memiliki selubung inti sehingga bersifat prokariotik. Misal: bakteri dan ganggang biru.
A.      Bakteri 
Struktur bakteri masih sangat sederhana tetapi mempunyai peranan yang penting. Umumnya tidak memiliki klorofil dan bersifat heterotrof. Tempat hidup bakteri di mana-mana misalnya di kulit, di mulut, di tanah, dan sebagainya.
B.      Ganggang biru (Chyanophyta)
Merupakan ganggang bersel satu, berbentuk koloni atau multisel. Selain mempunyai klorofil karotenoid juga mempunyai pigmen yang tergolong fibobilin yaitu fikosianin berwarna biru dan fikoeritrin berwarna merah. Manfaat ganggang biru, antara lain: Anabaena azollae digunakan sebagai pupuk, Spirullina sebagai bahan makanan yang mengandung protein dan lain–lain.

Kindom Protista 
Protista bersifat eukariotik, yaitu memiliki membran inti, bersel tunggal dan multiseluler. Misal: Protozoa yang mempunyai ukuran sangat kecil, satu sel, hidup di air atau parasit pada makhluk lain, berkembangbiak membelah diri. Berdasarkan alat geraknya hewan bersel satu dibagi menjadi:
  1. Hewan berkaki semu atau Rhizopoda, tubuhnya dapat membentuk kaki semu/pseudopodia Contoh : Amoeba proteus, Entamoeba coli. 208 Ilmu Pengetahuan Alam – Kelas VII SMP/MTs
  2. Hewan berbulu cambuk atau Flagellata, memiliki flagel yang bergerak mirip dengan cambuk. Contoh : Chlamydomono, Trypanosoma, Euglena.
  3. Hewan berbulu getar atau Ciliata, memiliki silia yang selalu bergetar berfungsi sebagai alat gerak dan mengambil makanan. Contoh : Paramaecium, Didinum.
  4. Hewan berspora atau Sporazoa, berkembang biak dengan spora. Contoh : Plasmodium.
Protista adalah mikroorganisme eukariota yang bukan hewan, tumbuhan, atau fungus. Protista dibagi tiga, Yaitu:
1.       Protista mirip hewan 
Contoh: Protozoa, Amoeba, Paramaecium, dan Euglena.
Protozoa dikatakan mirip hewan karena bersifat heterotrof dan dapat bergerak dengan berpindah tempat.
2. Protista mirip tumbuhan 

Contoh: Algae

Algae dikatakan mirip tumbuhan karena mampu berfotosintesis. Algae ada yang seluler ada yang multi seluler.
  3. Protista yang menyerupai jamur  
Contoh: jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air (Oomycota)
Kelompok protista ini disebut mirip jamur karena mempunyai morfoogi dan tipe hidup yang menyerupai jamur sejati. Protista ini dipisahkan dari jamur karena salah satu fase hidupnya memiliki bentuk plasmodium yang menyerupai amoeba.

Kindom Fungi
Pada bagian kingdom ini terdapat hal-hal yang harus diperhatikan, antara lain:
  1. Jamur terdiri dari sel satu dan sel banyak. 
  2. Tubuh tersusun dari benang-benang halus disebut hifa. 
  3. Hifa ada yang bersekat dan ada yang tidak bersekat. 
  4. Berkembangbiak dengan spora
Berdasarkan bentuk hifa jamur dibedakan menjadi dua, yaitu:
  1. Jamur Ganggang (Phycomycetes) Pada tempe terdapat benang-benang halus disebut miselium yaitu cabang hifa, apabila tempe membusuk maka permukan tempe akan membusuk. 
  2. Jamur Benar (Eumycetes) Jamur ini memiliki hifa yang bersekat-sekat. Berdasarkan tempat pembentuk spora dibedakan menjadi tiga, yaitu:
Kindom Animalia
Berdasarkan ada tidaknya tulang ruas belakang pada hewan, dibedakan menjadi dua:
A.      Avertebrata
Avertebrata, yaitu kelompok hewan yang tidak memiliki ruas tulang belakang. Avertebrata memiliki beberapa filum, sebagai berikut:
1.       Porifera (hewan berpori–pori)
Hidup di air, seluruh permukaan tubuh berpori-pori, mempunyai rangka dari zat tanduk, zat spons yang sering digunakan untuk alat gosok pada waktu mandi. Contoh : Euspongia, poterion, dan scypha.
2.       Colenterata (hewan berongga)
Hidup di air, tubuhnya berongga, mempunyai tentakel untuk menangkap makanan dan sebagai alat peraba, mempunyai dua bentuk tubuh yaitu polip menempel pada tempat hidup dan medusa seperti payung melayang-layang di air.
3.       Vermes (cacing)
Berdasarkan bentuk tubuh dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu:
a.       Platyhelminthes (cacing pipih) Tidak mempunyai ringga dan anus, tetapi hanya memiliki satu lubang yaitu mulut untuk memasukkan makanan dan mengeluarakan sisa makanan. Cacing pipih dibagi menjadi 3 kelas, yaitu :
·         Turbellaris (cacing getar) contoh planaria.
·         Trematoda (cacing hisap) contoh: Fasciola hepatica (cacing hati).
·         Cestoda (cacing pita) contoh: cacing pita sapi, cacing pita babi.
b.       Nemathelminthes (cacing gilig)Tubuhnya bulat panjang, tidak bersegmen-segmen, memiliki mulut dan anus, berkembang biak dengan kawin. Contoh Ascaris lumbricoides (cacing perut), Ancylostoma duodenale (cacing tambang), Oxyuris vermicularis (cacing kremi).
c.        Annelida (cacing gelang)Tubuh beruas-ruas, tersusun seperti cincin, memiliki mulut dan anus, antara kulit badan dan dinding terdapat rongga badan. Contoh: Chaetopoda (cacing berambut), yaitu: Wawo dan palolo (enak dimakan). Hirudinae (cacing penghisap darah) yaitu : lintah dan pacet.
4.       Arthropoda (hewan berbuku–buku)
Tubuhnya dibedakan atas kepala, dada, dan perut. Memiliki alat indra yang peka terhadap sentuhan panas, bau-bauan, mata majemuk yaitu terdiri atas beribu-ribu mata kecil yang berbentuk segi enam disebut mata faset. Arthropoda meliputi empat kelas, yaitu:
a.       Insecta (serangga)Tubuh terdiri atas kepala, dada dan perut. Susunan saraf tangga tali yaitu terdiri atas simpul–simpul yang saling berhubung. Pernafasan dengan sistem trakea, yaitu pembuluh udara yang bermuara pada stigma. Mengalami metamorfosis sempurna yaitu telur–larva–kepompong-dewasa dan metamorfosis tak sempurna telur – nimfa–dewasa. Peredaran darah terbuka, artinya darah mengalir di dalam pembuluh darah. Pencernaan makanan dari mulut sampai anus.
b.       Crustaceae (udang–udangan)Tubuh terdiri atas kepala dada menyatu (cephalothorax) dan perut. Pada kepala terdapat dua pasang antena panjang dan pendek. Mempunyai kaki 5 pasang. Contoh: udang, kepiting, rajungan dan ketam.
c.        Arachnoidea (laba–laba)Tubuh terdiri atas kepala dada menyatu dan perut (abdomen). Pada kepala terdapat 4 pasang kaki. Alat pernafasan paru–paru buku yaitu berlapis–lapis. Mempunyai sepasang mata besar dan beberapa mata kecil. Laba–laba dibagi menjadi tiga ordo, yaitu :
a)       Arachnida (bangsa laba-laba) contoh: laba–laba rumah.
b)       Scorpionida (bangsa kala) contoh: kalajangking.
c)       Acarina (bangsa tungau) contoh: caplak, kutu.
d.       Myriapoda (lipan)Tubuh terdiri atas kepala dan perut (abdomen) yang beruasruas, tiap ruas mempunyai satu pasang kaki. Bernafas dengan trakea. Contoh: kelabang, kaki seribu.
5.       Mollusca (hewan lunak)
Tubuh lunak banyak mengandung lendir dan terbungkus oleh mantel, cangkang dari zat kapur.
Hewan ini dibedakan mejadi tiga kelas, yaitu:
a.       Polecypoda (kerang)Tubuh dilapisi dua cangkang yang dihubungkan dengan engsel sehingga dapat membuka dan menutup. Cangkang terdiri dari tiga lapisan luar (periostrakum), tengah (prismatik) dan dalam (mutiara atau nakreas).  Apabila ada benda yang masuk ke dalam mantel maka melapisi benda tersebut sehingga terbentuk mutiara.
b.       Gastropoda (cumi–cumi)Hidup di laut, mempunyai tinta untuk melindungi diri bila ada musuh. Pada mulut mempunyai 8 tentakel pendek untuk memegang mangsa dan 2 tentakel panjang untuk perkawinan. Contoh : Gurita, cumi–cumi.
c.        Cephalopoda (siput)Hidup di darat bernafas dengan paru-paru, di air dengan insang, berjalan dengan menggunakan otot perut sambil mengeluarkan lendir dari dalam tubuh untuk mempermudah gerakan. Termasuk hewan hermafrodit artinya mempunyai dua alat kelamin dalam satu tubuh jantan dan betina. Tetapi tidak melakukan pembuahan sendiri.
6.       Echinodermata (hewan berkulit duri)
Tubuh diselimuti kulit duri, terdapat lempeng dari zat kapur memiliki alat gerak kaki ambulakral yang merupakan tabung yang dilengkapi dengan alat pengisap dan digunakan untuk melekat di dasar air. Sistem syaraf menyebar ke seluruh tubuh. Alat pencernaan dari mulut, usus anus. Pernafasan insang tersebar di seluruh permukaan tubuh. Perkembangbiakan secara kawin. Mempunyai daya regenerasi yaitu mempunyai kemampuan untuk menumbuhkan kembali bagian tubuh yang terputus. Echinodermata memiliki 5 kelas, yaitu:
·         Asternoida (bintang laut) 
·         Echinoidea (landak laut) d) Crinoidea (lilia laut )
·         Ophiuroidea (bintang laut) e) Holothuroidea (tripang).
B. Vertebrata
Vertebrata, yaitu kelompok hewan yang memiliki ruas tulang belakang. Hewan vertebrata dibagi menjadi lima kelas, yaitu:
1.       Pisces (ikan)
Hidup di air, Pernafasan dengan insang, memiliki sirip untuk menentukan arah gerak di dalam air, memiliki gurat sisi untuk mengetahui tekanan di air. Suhu badan poikiloterm atau berdarah dingin yaitu suhu tubuh disesuaikan dengan lingkungan. Perkembangbiakan dengan cara bertelur. Contoh: ikan bertulang rawan (chondrichyes); ikan cucut, ikan pari, ikan hiu. Ikan bertulang sejati (osteichtyes); ikan merah, ikan salem.
2.       Amphibia (amfibi)
Hidup di dua tempat, bernafas dengan insang dan paru–paru, suhu badan poikiloterm, berkembangbiak bertelur dan pembuahan di luar tubuh (eksternal). Contoh: katak pohon, salamander.
3.       Reptillia (reptil)
Berkulit keras, kering dan bersisik. Pada ular sisiknya sering mengelupas. Suhu badan poikiloterm, berkembangbiak dengan bertelur, pembuahan di dalam tubuh betina. Contoh : kadal, buaya, ular.
4.       Aves (burung)
Tubuh berbulu untuk terbang dan melindungi tubuh.,tulang berongga supaya ringan, suhu badan homoioterm atau berdarah panas yaitu suhu tubuh tetap. Berkembangbiak dengan bertelur dan pembuahan di dalam tubuh (internal). Contoh: burung kasuari, burung kutilang, burung walet dan sebagainya.
5.       Mammalia (hewan menyusui)
Memiliki kelenjar susu, berkembangbiak biak dengan melahirkan anak ada beberapa yang bertelur, berambut, suhu badan homoioterm dan bernafas dengan paru-paru. Contoh:
·      Sebangsa kera misalnya: monyet, beruk, kutung dan orang utan. 
·      Sebangsa hewan buas misalnya: harimau dan singa.
·      Sebangsa pemakan serangga misalnya: tikus, celurut, dan tregiling.
·      Sebangsa hewan pengerat misalnya: marmut, bajing dan tikus.
·      Sebangsa kelelawar: kalong dan kampret.
·      Sebangsa hewan berbelalai misalnya: gajah.
·      Sebangsa ikan paus misalnya: lumba–lumba dan ikan paus. 
·      Sebangsa hewan berkantong misalnya: kanguru
Kindom Plantae 
Plantae dibedakan menjadi: ganggang, lumut, paku dan tumbuhan berbiji.
A.      Ganggang atau alga Berdasarkan zat warna alga dibedakan menjadi empat (4) golongan, yaitu :
  1. Alga hijau atau Chlorophyceae, memilik pigmen hijau dan kuning/karoten, mutiseluler, berbentuk benang/lembaran. Contoh: Spirogyra, Chlorella, Chlorococcum.
  2. Alga merah atau Rhodophyceae, memiliki pigmen fikoeritrin/ merah, hidup di laut agak dalam. Contoh: Euchema spinosum bahan agar-agar.
  3. Alga pirang atau Phaeophyceae, berwarna coklat kehijau-hijauan, banyak mengandung asam Alginat untuk industri tekstil dan obat-obatan. Contoh: sargassum dan turninaria .
  4. Alga kersik atau Chrysophyceae, hidup di laut, bangkai alga ini di dasar laut akan membentuk lapisan tanah yang disebut diatomae yang berguna untuk bahan isolasi, alat gosok logam dan bahan isolator dinamit.
B.      Lumut (Bryophyta) Lumut memiliki ciri–ciri sebagai berikut:
  1. Memiliki akar, batang, daun, tetapi bukan akar, batang, daun sejati. Akar disebut rhizoid dan belum memiliki berkas pembuluh.
  2. Rhizoid berfungsi menempelkan tubuh lumut dan hidup ditempat yang lembab.
  3. Berkembang biak dengan kawin dan tak kawin yang disebut dengan pergiliran keturunan.
Pergiliran keturunan tumbuhan lumut:
  • Spora lumut jatuh pada tempat cocok akan tumbuh menjadi protonema.
  • Protonema akan tumbuh menjadi tumbuhan lumut.
  • Lumut dewasa akan menghasilkan sel kelamin yaitu anteridium sebagai penghasil spermatozoid (sel kelamin jantan) dan arkegonium sebagai penghasil sel telur (sel kelamin betina).
  • Hasil pembuahan antara ovum dan spermatozoid disebut zigot.
  • Zigot akan tumbuh menjadi sporogonium.
  • Sporogonium dewasa akan menghasilkan spora dalam bentuk sporangium (kotak spora) 
  • Sporogonium disebut sporofit dan tumbuhan lumut disebut gametofit.
Tumbuhan lumut dibedakan menjadi dua kelas, yaitu:
1.       Lumut Hati (Hepaticeae)Tumbuhan lumut ini belum memiliki batang dan daun. Tubuhnya berbentuk lembaran dilengkapi rhizoid sebagai alat untuk melekatkan tubuhnya ke dalam tanah. Contoh : Marchantia.
2.       Lumut Daun (Musci)Tumbuhan lumut ini telah mempunyai batang, daun dan akar rhizoid Contoh : Polytrichum.

C.      Tumbuhan Paku (Pteridophyta)
  1. Tumbuhan paku sudah mempunyai akar batang dan daun yang jelas.
  2. Pada daun terdapat bulatan berwarna kuning/cokelat disebut sorus (sori kalau banyak). Sorus merupakan kumpulan kotak spora yang dibungkus indusium.
  3. Tempat hidup menempel pada pohon bersifat epifit.
  4. Perkembangbiakan secara kawin dan tak kawin yang disebut pergiliran keturunan.
Pergiliran tumbuhan paku:
  • Spora yang telah masak, jatuh pada tempat yang cocok membentuk protalium.
  • Protalium menghasilkan anteridium sebagai penghasil spermatozoid (sel kelamin jantan) dan arkegonium sebagai penghasil sel telur (sel kelamin betina).
  • Hasil pembuahan disebut zigot yang akan tumbuh menjadi tumbuhan paku.
  • Tumbuhan paku dewasa akan menghasilkan spora
  • Tumbuhan paku disebut sporofit dan protalium disebut gametofit.
Klasifikasi Tumbuhan paku dibagi menjadi empat kelas, yaitu:
1.       Paku lumut (Psilopitinae). Menyerupai tumbuhan lumut daun sebagian besar epifit. Contoh : Psilotum nudun.
2.       Paku ekor kuda (Equisetinae). Batang terdapat dalam tanah, cabang beruas-ruas, daun fertil menghasilkan spora. Contoh: Equisetum sylvaticum.
3.       Paku kawat (Lycopodiinae). Tubuhnya seperti rambut atau kawat, habitat di daerah pegunungan.
4.       Paku benar (Filicinae). Dapat hidup dimana mana, sorus berkumpul pada ujung, tepi, dan tersebar dipermukaan daun. Contoh : Suplir, semanggi.

Manfaat tumbuhan paku bagi manusia, yaitu : sebagai tanaman hias, sebagai bahan obat-obatan, sebagai pupuk dan sebagai sayuran.

D.      Tumbuhan biji (Spermatophyta)Merupakan tumbuhan penghasil biji yang digunakan sebagai alat perkembangbiakan. 
Berdasarkan letak bakal biji dibagi menjadi dua macam, yaitu:
1.       Gymnospermae (tumbuhan biji terbuka).Gymnospermae adalah tumbuhan yang bakal bijinya tidak terlindung oleh daun buah, tetapi menempel pada daun buah. Gymnospermae memiliki ciri–ciri sebagai berikut:
·         Pohon berakar tunggang, daunnya berbentuk seperti jarum, kecil tebal dan tipis lebar.
·         Alat kelamin jantan dan alat kelamin betina disebut srobilus yang mengandung sporangia.
Tumbuhan biji terbuka dibagi menjadi beberapa kelas, antara lain:
a)       Cycadinae Menyerupai pohon palem, sedikit cabang, daun menyirip. Contoh Cycas rumphii (Pakis haji)
b)       Gnetinae Batang berkayu, bercabang, daun tunggal. Contoh Gnetum gnemon (mlinjo)
c)       ConiferinaeTumbuhan semak, pohon tajuk berbentuk kerucut, daun berbentuk jarum. Contoh Pinus merkusii (pinus/tusan)

Manfaat tumbuhan biji terbuka, antara lain :
a)       sebagai bahan industri kertas: batang mlinjo dan pinus.
b)       sebagai bahan obat-obatan: pinus.
c)       sebagai bahan makanan: mlinjo.
d)       sebagai tanaman hias: pakis haji.

2.       Angiospermae (tumbuhan biji ter tutup) Angiospermae adalah tumbuhan yang bakal bijinya tersimpan dalam daun buah Angiospermae memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.       Alat perkembangbiakan berupa bunga.
b.       Organ tubuh akar batang daun sudah dapat dibedakan dengan jelas.
c.        Susunan daun menyirip, menjari, sejajar dan beranekaragam.
d.       Bakal biji tersimpan dalam daun buah.
e.        Adanya pembuahan ganda (terjadi dua kali peleburan), yaitu: antara sel spermatozoid dengan sel telur akan menghasilkan zigot atau biji dan antara sel spermatozoid dengan inti kandung lembaga sekunder (KLS) menghasilkan cadangan makanan.
Tumbuhan biji tertutup dibagi menjadi dua kelas, yaitu:
1)       Dikotil atau dicotyledoneae Tanaman dikotil memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
·         tumbuhan biji berkeping dua.
·         akar tunggang.
·         daun tersebar berhadap-hadapan.
·         batang bercabang.
·         tulang daun menyirip atau menjari.
·         bagian daun berjumlah kelipatan 2, 4, atau 5.
·         biji memiliki dua daun lembaga.
Tumbuhan dikotil memiliki beberapa suku, antara lain:
a)       Suku getah–getahan (Euphorbiaceae)
Apabila dilukai bagian tubuhnya akan mengeluarkan getah berwarna putih Contoh: Manihot utilisima (ketela pohon), Hevea brasiliensis (karet).
b)       Suku kacang-kacangan (Papilonaceae).
Mahkota bunga berbentuk kupu-kupu, buahnya polong, akar sering ditemukan bintil-bintil akar. Contoh: Arachis hypogea (kacang tanah), Vigna sinensis (kacang panjang).
c)       Suku terung–terungan (Solanaceae)
Bunga berbentuk bintang, terompet, buah buni/buah kotak lapisan dalam berair atau berdaging. Contoh: Solanum lycopersicum (tomat), Capsicum annum (lombok)

2)       Monokotil/Monocotyledoneae Tanaman monokotil memiliki ciri–ciri sebagai berikut:
·         tumbuhan biji berkeping satu.
·         akar serabut
·         daun berseling
·         tulang daun sejajar dan berbentuk pita.
·         bagian bunga berbilangan tiga.
·         biji memiliki satu daun lembaga.
Tumbuhan monokotil memiliki beberapa suku, antara lain:
a)       Gramineae (rumput-rumputan). Contoh padi gandum, jagung dan tebu.
b)       Palmae (pinang-pinangan). Contoh: kelapa, kelapa sawit, dan palem.
c)       Liliaceae (bawang-bawangan). Contoh: bawang merah, bakung.
d)       Musaceae (pisang-pisangan). Contoh: pisang manila, pisang hawaii.
 

 
 Sumber: Buku IPA kelas VII SMP

0 komentar:

 photo BUNDA_zps627e96e9.jpg