Rabu, 19 November 2014

MAKALAH GASTRULA


BAB 1
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Embriologi merupakan ilmu yang mempelajari proses terjadinya, tumbuh dan kembangya bayi sejak terjadinya pembuahan sampai kelahiran.
Pada Zaman Islam ini ilmu Embriologi mengalami kebangkitan kembali. Ahli-ahli kedokteran dan physiologi Islam seperti Ibnu Sina, Ar-Razzi, dll mengembangkan konsep-konsep yang berkembang berasal dari Al-Qur’an.
Menurut Islam embrio berasal dari penyatuan antara sel kelamin laki-laki yang terdapat dalam cairan yang dikeluarkan dari alat kelamin laki-laki (semen/mani) dengan sel kelamin wanita (telur/ovum/ Nutfah/Sulalah min ma’a) yang terdapat cairan wanita (folikel /mani) yang dikeluarkan oleh alat kelamin wanita dan bukan dari darah menstruasi. Lalu embrio ini disimpan di dalam suatu tempat yang kokoh yaitu rahim. Embrio lalu mengalami proses perkembangan menjadi segumpal darah lalu segumpal daging dan kemudian mendapat tambahan tulang belulang yang disertai dengan perkembangan organ-organ tubuh lainnya dan kemudian menjadi bentuk manusia yang sempurna.
Ilmu pertumbuhan embrio sejak pembuhan sampai kelahiran disebut juga ilmu mudigah. Cakupan ilmu ini meluas kepada masalah persiapan untuk terjadinya pembuahan serta masalah pembiakan pada umumnya. Bagi hewan yang memiliki tingkat berudu ilmu ini juga mencakup sampai saat berudu itu bermetamorphosis.

B. RUMUSAN MASALAH
1.Apa yang dimaksud dengan gastrula
2.bagaimana perkembangan dan pergerakan gastrula


C.  TUJUAN
Tujaun dalam pembahasan ini agar mengetahui bagaimana makhluk hidup itu terbentuk sehingga ktia bisa mudah memahami proses terbentuknya makhluk hidup tersbut.

D. BATASAN MASALAH
Makalah ini hanya membahas tentang pengertian gastrula dan perkembangan serta pergerakan gastrula
















BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN GASTRULA
Gastrula adalah bentukan lanjutan dari blastula yang pelekukan tubuhnya sudah semakin nyata dan mempunyai lapisan dinding tubuh embrio serta rongga tubuh. Gastrula pada beberapa hewan tertentu, seperti hewan tingkat rendah dan hewan tingkat tinggi, berbeda dalam hal jumlah lapisan dinding tubuh embrionya. Triploblastik yaitu hewan yang mempunyai 3 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm, mesoderm dan endoderm.
B.     PERKEMBANGAN DAN PERGERAKAN GASTRULA
. Proses pembentukan gastrula disebut gastrulasi. Pada bentuk gastrula ini, embrio telah terbentuk menjadi tiga lapisan embrionik, yaitu lapisan bagian luar (ektoderm), lapisan bagian tengah (mesoderm), dan lapisan bagian dalam (endoderm). Jadi gastrulasi merupakan proses pembentukan tiga lapisan embrionik. Dalam perkembangan selanjutnya lapisan embrionik akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan menghasilkan berbagai organ tubuh
Pertumbuhan mengiringi tingkat blastula ialah gastrulasi atau penggastrulaan. Pada tingkat ini terjadi proses dinamisasi daerah-daerah bakal pemben\tuk alat pada blastula, diatur dengan dideretkan sesuai dengan bentuk dan susunan tubuh species bersangkutan. Istilah gastrula berasal dari kata gastru atau gaster (lambung), karena pada tingklat ini terbentuk rongga balkal jadi saluran pencernaan kelak. Rongga gastrula itu disebut gastrocoel atau archenteron. Gastrula merupakan bentukan lanjutan dari blastula yang pelekukan tubuhnya sudah semakin nyata dan mempunyai lapisan dinding tubuh embrio serta rongga tubuh.
Gastrula pada beberapa hewan tertentu, seperti hewan tingkat rendah dan hewan tingkat tinggi, berbeda dalam hal jumlah lapisan dinding tubuh embrionya. Triploblastik yaitu hewan yang mempunyai 3 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm, mesoderm dan endoderm. Hal ini dimiliki oleh hewan tingkat tinggi seperti Vermes, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata dan semua Vertebrata. Diploblastik yaitu hewan yang mempunyai 2 lapisan dinding tubuh embrio, berupa ektoderm dan endoderm. Dimiliki oleh hewan tingkat rendah seperti Porifera dan Coelentera
Dalam proses gastrulasi atau penggastrulaan di samping terus menerus terjadi pembelahan dan peerbanyakan sel, terjadi pula berbagai macam gerakan sel di dalam usaha mengatur dan menderetkan mereka sesuai dengan bentuk dan susunan tubuh individu ddari species bersangkutan.
Ada 2 kelompok gerakan:
  1. Epiboli
Gerakan melingkup, terjadi di sebelah luar embryo. Berlangsung pada bakal ectoderm epidermis dan saraf. Gerakan yang besar berlangsung menurut poros bakal anterior- posterior tubuh. Sementara bakal mesoderm dan endoderm bergerak, epiboli menyesuaikan diri sehingga ectoderm terus menyelaputi seluruh embryo.

  1. Emboli
Gerakan menyusup, terjadi di sebelah dalam embryo. Berlangsung pada daerah- daerah bakal mesoderm, notochord, pre-chorda dan endoderm. Daerah-daerah itu bergerak ke arah blastocoels.

Dibagi atas tujuh macam:
  1. Invaluasi
  1. Evaginasi
  1. Konvergensi
  1. Delaminasi
  1. Invaginasi
  1. Divergensi

  1. Exstensi
Involusigerakan membelok ke dalam. Konvergensi, gerakan menyempit. Invaginasi, gerakan mencekuk dan melipat suatu lapisan. Evaginasi, gerakan menjulur suatu lapisan. Delaminasi, gerakan memisahkan didi sekelompok sel dari kelompok utama atau lapisan asal. Divergensi.gerakan memencar, sebaliknya dari konvergensi. Extensi, gerakan meluas. Ini menyertai gerakan epiboli di sebelah luar, sedangkan extensi gerakan di sebelah dalam embryo.















BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Belajar Embriologi mempunyai status yang sama dengan belajar ilmu-ilmu yang lain, baik yang berupa ilmu dasar maupun ilmu terapan. Untuk menimbulkan gairah belajar, perlu pacuan rasa ingin tahu yang besar. Caranya adalah dengan bertanya-tanya dalam hati, berkreasi secara thesis-antithesis.
Untuk menekuni Embriologi diperlukan pengertian dasar, teori-teori perkembangan, dan kajian-kajian sampai ke tingkat molekular. Untuk mengembangkan ilmu tersebut, perlu mengadakan eksperimen, melakukan kajian yang bersifat trial and error. Pada dasarnya semua ilmu dapat diaplikasikan untuk kesejahteraan umat manusia, tentunya apabila melalui prosedur yang benar disertai dengan tanggung jawab.
Perkembangan Embriologi pada saat ini kedudukannya sejajar dengan perkembangan ilmu-ilmu lainnya. Seseorang dapat mengaplikasikan ilmu yang ditekuninya tergantung dari sikap dan kehendaknya yang sekarang sudah terbuka luas, memilih secara aktif dalam bioteknologi. Bagi peminat-peminat Embriologi, mari kita belajar dari dasar untuk selanjutnya mengembangkannya dengan metode dan teknik yang sudah ada atau diciptakan. Itu semua untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan sebagai sumbangsih kita untuk memajukan dunia ilmu pengetahuan.







DAFTAR  PUSTAKA
Dourin, N.L. and A. McLaren. 1984. Chimera in developmental biology. Academic Press. London. 456 p.
Glover, D.M. and Hames. 1989. Gene and embryos. IRL Press. London. 228 p.
McKinnel, R.C. 1980. Cloning. University of Minnesota Press. Minneapolis. 130 p.
Pomerei, D.D. 1985. From gene to animal. Cambridge University Press. Cambridge. 293 p.
Sadler, T.W. 1990. Medical embryology. Longman. New York. 411 p.
Scott, G.F. 1991. Developmental biology. Sinauer Press. Sunderland, Massachusetts. 891 p.
Yunus, M. 1978. Kesimpulan isi Al Qur’an. Penerbit Hadikarya Agung. Jakarta. 57 p

Selamat belajar!

0 komentar:

 photo BUNDA_zps627e96e9.jpg